<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3236324796169505728</id><updated>2011-04-22T08:32:17.934+07:00</updated><title type='text'>Robin Simanjuntak</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Robin Simanjuntak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01966075474811080078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3236324796169505728.post-5087653201752162776</id><published>2007-08-06T18:37:00.000+07:00</published><updated>2007-08-06T19:30:00.657+07:00</updated><title type='text'>Ibadah Superficial</title><content type='html'>Yesaya 1: 10-20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab Yesaya ini sungguh amat unik. Jika kitab-kitab para nabi lainnya terlebih dulu mengkisahkan panggilan mereka dan bagaimana Tuhan mengutus mereka dengan segala tingkah dan respon mereka dihadapan Tuhan, maka nabi Yesaya berbeda, permulaan tulisannya sudah sangat tajam dan menyentil para pendengarnya yakni bangsa Yehuda. Yesaya justru mencatat kisah panggilannya mulai pasal 6. Waktu ia dipanggil Yesaya melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan. Ada beberapa hal yang penting yang di sorot oleh Yesaya:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Para pemimpin dan rakyat Yehuda sudah sangat jahat bagaikan penduduk sodom dan Gomoro jaman dulu. Kejahatan mereka mengakibatkan Tuhan jemu, Tuhan jijik, Tuhan benci, Tuhan memalingkan mukaNya. Sekalipun mereka berusa tetap menjalankan ritual agama mereka seperti dengan cara memberi persembahan, mereka datang ke bait Allah, mereka berdoa tetapi Tuhan tidak suka sebab semuanya hanya bersifat &lt;em&gt;superficial&lt;/em&gt;. TUhan melihat betapa munafiknya para pemimpin dan rakyat Yehuda itu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tuhan menghimbau mereka yang jahat itu untuk bertobat. Bagaimana cara bertobat: Berhenti berbuat jahat, belajar berbuat baik, mengusahakan keadilan, menahan / mengendalikan orang yang kejam, membela hak anak-anak yatim dan memperjuangkan perkara para janda-janda. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Mengapa firman Tuhan datang dengan keras seperti itu? karena Tuhan sedang menyatakan keadilannya. Dalam perjanjian lama keadilan Allah mencakup dua aspek, yang pertama &lt;em&gt;&lt;strong&gt;tsedaqah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; adalah Tuhan adalah diriNya yang adil. Ia memiliki sifat dan hakekat yang adil. Keadilan itu bukan berada di luar diriNya tetapi Dialah keadilan itu sendiri. Yang kedua adalah &lt;em&gt;&lt;strong&gt;mispath &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;dimana adil di kaitkan dengan hal sosial. Orang Israel harus bertindak adil terhadap mereka yang lemah, yang tertindas, yang mengalami &lt;em&gt;violence&lt;/em&gt;. Orang israel bersikap munafik, mereka mendua hati. Pertama sikap mereka dalam ibadah menunjukkan mereka tidak&lt;em&gt; fair&lt;/em&gt; terhadap Tuhan, yang kedua mereka juga berdikap tiodak &lt;em&gt;fair &lt;/em&gt;terhadap sesama mereka. Namun Tuhan berkata kepada mereka &lt;strong&gt;"sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju. sekalipun berwarna merah seperti kesumba akan menjadi putih seperti bulu domba".&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam jaman sekarang ini kita melihat bagaimana banyak pemimpin bangsa atau pemimpin umat bersikap seperti bangsa yang hidup dalam jaman sodom dan gomora yang pantas di hukum Tuhan. Religion bagi mereka masih berada dalam wilayah religious, bukan berdasarkan faith. Melakukan ritual atau aktifitas agama hanyalah berdasarkan tradisi, pengalaman dan rutinitas yang semu. Spiritualitas manusia modern adalah spiritualitas yang &lt;em&gt;superficial&lt;/em&gt;, tidak heran jika kita memandang sepintas bagaikan tugu monas yang anggun dan megah dengan kadar emas yang tinggi namun di dalamnya berisi serpihan pasir yang mudah hancur. Justru orang yang mengatas namakan diri orang beragama yang melakukan banyak ketidak-adilan, diskriminasi, menindas yang lemah dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan saya, sudahkah saya menjalankan bertindak adil adan benar? Adakah semua kebaikan yang saya lakukan berkenan kepada Allah atau sebenarnya Allah sedang tidak berkenan karena banyaknya dosa dan kelemahan diri? Koreksi!!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3236324796169505728-5087653201752162776?l=robinsimanjuntak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/feeds/5087653201752162776/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3236324796169505728&amp;postID=5087653201752162776&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/5087653201752162776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/5087653201752162776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/2007/08/ibadah-superficial.html' title='Ibadah Superficial'/><author><name>Robin Simanjuntak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01966075474811080078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3236324796169505728.post-4331512285474497265</id><published>2007-07-10T12:35:00.000+07:00</published><updated>2007-07-10T13:46:48.756+07:00</updated><title type='text'>Berdoa dan bekerja</title><content type='html'>2 Tesalonika 3: 1-15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bagian ini Paulus menguraikan suratnya dalam dua hal:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Permohonan. Paulus meminta dua permohonan kepada jemaat Tesalonika, yang pertama ia meminta mereka berdoa agar firman Tuhan beroleh kemajuan dan di muliakan, dan yang kedua ia meminta mereka untuk berdoa supaya Paulus, Silwanus dan Timotius terlepas dari para pengacau dan orang-orang jahat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nasehat. Disini Paulus menasehati jemaat Tesalonika dalam beberapa hal:&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Agar mereka menjauhkan diri dari orang-orang yang tidak lagi melakukan pekerjaannya  dan tidak meneladani rasul Paulus (ay 6).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi orang yang tidak mau bekerja janganlah ia makan. Selain tidak bekerja mereka ini sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna (ay10-11).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jemaat di minta menandai orang yang tidak mau kerja ini  dan jangan bergaul dengan mereka (ay 14).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jemaat diminta tetap memndang mereka sebagai saudara bukan sebagai musuh yang harus di musuhi (Ayat 15).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Judul perikopnya adalah berdoa dan bekerja. Di era Paulus dengan setting tempat di Tesalonika jemaat itu sedang jatuh pada pendulum yang berat sebelah yakni banyak berdoa namun tidak mau bekerja. Hal ini karena mereka sedang sibuk berdoa untuk menyambut hari kedatangan Tuhan. Mereka rajin beribadah agar saat Kristus datang kedua kalinya mereka dianggap layak karena sudah menyibukkan diri dengan hal-hal yang mereka anggap "rohani". Apa yang mereka anggap rohani justru bagi Paulus dianggap tindakan tidak berguna dan omong kosong belaka. Apa yang terjadi di jemaat Tesalonika pernah terjadi pula dimasa kini dalam suatu sekte bidat yang pernah berkembang di bandung atau tempat lainnya. Mereka menjual harta mereka dan meninggalkan pekerjaan mereka hanya untuk suatu pemahaman sesat yang mereka ikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya di era sekarang, banyak orang Kristen yang jatuh pada pendulum yang lain yakni banyak bekerja namun tidak pernah berdoa. Ada yang bekerja beneran karena mereka memang sebagai pekerja keras, ada juga yang sok kerja asal kelihatan sibuk padahal kerjanya hanya mondar mandir, tetapi ada juga yang bekerja rajin tapi tidak punya sasaran, dll. Mereka yang suka bekerja ini memiliki beragam alasan. Ada yang berambisi untuk jadi orang kaya, ada yang bekerja demi untuk istri senang dan anak bisa sekolah tinggi, ada yang karena supaya hati puas sebab mereka menggunakan setiap waktu mereka itu berguna dan efektif. Namun selama mereka bekerja untuk "self" maka pekerjaan merekapun tidak ada gunanya. Maka banyak diantara mereka sangat kurang berdoa, ataupun jika mereka berdoa itu hanyalah alat agar Tuhan memberkati usaha atau pekerjaan mereka. Ada perusahaan yang memakai semboyan "Berdoa dan Bekerja", namun betulkah itu di jalankan dengan tujuan, motivasi dan cara yang benar? bisa ya bisa juga tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terbaik adalah berdoa dan bekerja dengan paradigma Alkitab. Rajin berdoa agar kita peka apa yang Tuhan mau kita kerjakan, dan kita bekerja agar Tuhan dipermuliakan lewat apa yang kita kerjakan. Prinsip yang dipakai disini bukanlah keseimbangan doa dan kerja dalam kaitan waktu yakni membagi 50%-50%  antara berdoa dan bekerja, bukan pula soal memprioritaskan yang mana misalnya jika sedang sibuk maka prioriatasnya bekerja dan berdoa dikurangi atau sebaliknya jika kurang sibuk maka prioritasnya adalah banyak berdoa. Prinsipnya adalah totalitas yang saling mengkait satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan renungan bagi saya. Sudah seberapa sungguh saya berdoa dan menggunakan waktu doa dengan efektif? Apakah pekerjaan yang saya lakukan sudah sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki? Apa saja yang perlu di tingkatkan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3236324796169505728-4331512285474497265?l=robinsimanjuntak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/feeds/4331512285474497265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3236324796169505728&amp;postID=4331512285474497265&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/4331512285474497265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/4331512285474497265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/2007/07/berdoa-dan-bekerja.html' title='Berdoa dan bekerja'/><author><name>Robin Simanjuntak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01966075474811080078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3236324796169505728.post-8007325075970944221</id><published>2007-07-09T19:43:00.000+07:00</published><updated>2007-07-09T21:41:52.901+07:00</updated><title type='text'>bergembira dalam pekerjaan</title><content type='html'>Pengkotbah 3: 16-22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama tidak menuangkan tulisan karena dua minggu ini sangat padat, ngajar setiap hari pada dua minggu lalu dan pada minggu lalu kotbah, ngajar dan kunjungan jemaat sehingga sulit nulis, belum lagi karena internetnya sering rusak. Hari ini niatnya memang mau menuangkan saat teduh  dalam blog. Tidak di sangka renungan dari buku renungan J.I Packer hari ini mengambil bagian dari kitab pengkotbah berkaitan dengan pekerjaan. Dua minggu sibuk persiapan-persiapan ngajar dan kotbah membuat hati was-was, sudah maksimalkah persiapannya? Apalagi kotbah dan mengajar di kalangan orang yang yang cukup kritis. Tetapi tekanan kerja dan beratnya pelayanan bukan karena padatnya waktu, melainkan ketika melihat banyak ke tidakadilan dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakadilan tersebut bukan saja terjadi di pengadilan dimana hakim bertindak tidak adil terhadap terdakwa. Ketidakadilan bukan hanya terdapat di tempat keadilan semestinya dinyatakan tetapi di tempat yang lebih "baik" dan lebih "rohani" pun ketidakadilan dapat terjadi. Karena di pengadilan hakim masih mendengar kesaksian atau pembelaan dari tersangka atau saksi-saksi lainnya. Di pengadilan seorang hakim memutuskan perkara berdasarkan alibi yang kuat dan bukti-bukti yang kredibel.  Yang kita lihat justru ketidakadilan juga di lakukan orang Kristen di dalam gereja. Ketidakadilan orang Kristen justru dilakukan secara subyektif dengan mengatas namakan Dia yang obyektif. Jemaat menilai dan menghakimi Hamba Tuhan dengan mengatas-namakan suara "rakyat", Hamba Tuhan menghakimi jemaat dengan mengatas-namakan suara "Tuhan", juga hamba Tuhan yang satu menghakimi hamba Tuhan yang lain dengan juga mengatas-namakan suara "Tuhan/pimpinan Tuhan".  Atas nama pimpinan Tuhan seorang Hamba Tuhan bisa saja banyak menilai orang lain tidak benar. Dalam memutuskan perkara, seorang pemimpin bisa saja memutuskan suatu perkara tanpa bertanya atau cross check terhadap persoalan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bagian pengkotbah ini ada beberapa hal di catat pengkotbah untuk melihat apa yang dapat kita pelajari ketika melihat ketidak adilan dalam hidup:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat 16 " Ada lagi yang kulihat di bawah matahari: di tempat pengadilan, di situpun terdapat ketiidak adilan dan di tempat keadilan di situpun terdapat ketidak adilan"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat 17 " Allah akan mengadili baik orang yang benar maupun yang tidak adil, karena untuk segala hal dan segala pekerjaan ada waktunya"  &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 22 sang pengkotbah menutup dengan kesimpulan&lt;strong&gt; "Aku melihat bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia daripada bergembira dalam pekerjaannya, sebab itu adalah bahagiannya. Karena siapa akan memperlihatkan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa maksud sang pengkotbah? Bagaimana mungkin kita bergembira  dalam pekerjaan kita jika banyak ketidakadilan dalam hidup? Bagaimana bisa bergembira jika segala sesuatu adalah sia-sia? Dalam hal ini kegembiraan dalam bekerja bukan di lihat dari sisi manusia yang bekerja, melainkan dari sisi Tuhan yang bekerja. Tuhan bekerja saat ketidakadilan terjadi, dan Tuhan bekerja dalam kesia-siaan yang dibuat manusia. Tuhan bekerja saat kita bekerja dan Tuhan memberikan kegembiraan pada kita itupun suatu anugerah. Bergembira dalam pekerjaan yang Tuhan berikan sekalipun pekerjaan itu sangat sederhana. Bergembira karena yang memberikan pekerjaan adalah Tuhan bukan manusia. Bergembira karena kita bekerja untuk Tuhan bukan untuk manusia. Sehingga sekalipun banyak ketidakadilan dalam dunia dan dalam pekerjaan kita, tetapi Tuhan bekerja lewat ketidakadilan tersebut. Emosi kadangkala naik dan turut sesuai irama kerja dan tekanan kerja namun tetap mengingat kasih setia Tuhan dalam pekerjaan kita. Jika  kita harus membela keadilan, kita bersuara bukan karena kita di perlakukan tidak adil tetapi demi keadilan itu sendiri dinyatakan. Kita bersuara ketika melihat ketidakadilan terjadi atas orang lain, atas sesama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya menonton acara oprah. Di kisahkan ada sekelompok orang Amish di Amerika yang sangat ketat sekali kehidupannya dan sederhana sekali dalam pekerjaannya dan gaya hidupnya.  Mereka tingal di pinggiran Amerika. Mereka hidup dari hasil tanaman mereka dan mereka bekerja dengan  rajin meskipun bekerja di peternakan atau pertanian. Mereka tidak mau memakai teknologi seperti TV, radio, telepon dll. Meraka bukan anti teknologi tetapi mereka tidak mau di ikat teknologi. Mereka hidup bahagia, bahkan mereka mengaku 100% hidup mereka utuh. Mereka hanya boleh pacaran di usia 17 tahun keatas dan selama pacaran tidak melakukan kontak fisik dengan pasangannya sampai mereka menikah barulah ada kontak fisik. 100% tidak terjadi perceraian diantara mereka bahkan tidak ada perselingkuhan di dalam komunitas mereka. Luar biasa. Apa yang membuat mereka seperti itu? anugerah Tuhan. Karena mereka adalah komunitas yang menganut Anabaptis yang mempraktekkan iman mereka. Kerja bagi mereka adalah anugerah Tuhan tanpa harus bersaing, berkompetisi dan malakukan ketidak adilan pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu hanyalah gaya hidup segelintir orang. Sementara milyaran orang di dunia ini tidak mau menjalani hidup seperti mereka. Jika banyak orang hidup dengan cara seperti komunitas Amish itu mungkin ketidakadilan dalam dunia ini dapat di tekan bukan? Mungkin kerja sebagai kegembiraan di dalam Tuhan lebih bermakna jika bekerja seperti mereka bukan? Namun, pertanyaanya, bagaimana terang dapat bersinar di tempat yang banyak terangnya? Memang di dunia ini banyak ketidakadilan dan banyak yang kita lakukan hanyalah keisa-siaan, namun terang kita bercahaya di tengah dunia yang tidak adil itu. Biarlah dalam segala sesuatu, apapun yang terjadi, dimanapun kita berada dan kemanapun kita melangkah kita dapat melihat Tuhan. Karena segala sesuatu indah pada waktunya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3236324796169505728-8007325075970944221?l=robinsimanjuntak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/feeds/8007325075970944221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3236324796169505728&amp;postID=8007325075970944221&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/8007325075970944221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/8007325075970944221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/2007/07/bergembira-dalam-pekerjaan.html' title='bergembira dalam pekerjaan'/><author><name>Robin Simanjuntak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01966075474811080078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3236324796169505728.post-4191745038245547340</id><published>2007-06-19T22:12:00.000+07:00</published><updated>2007-06-19T23:16:40.814+07:00</updated><title type='text'>Bagaimana????</title><content type='html'>I Korintus 13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian ini merupakan suatu &lt;em&gt;chiasm&lt;/em&gt;, salah satu gaya penulisan surat jaman itu yang berusaha memparalelkan kalimat atau perikop yang satu dengan kalimat/perikop yang lainnya dimana akhirnya ditemukan inti atau solusi suatu tulisan. Bagian ini merupakan suatu &lt;em&gt;chiastic structure&lt;/em&gt;  yang di mulai dari pasal 12 hingga pasal 14.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A    Karunia-karunia rohani: rupa-rupa karunia (12)&lt;br /&gt;      B        Kasih:  yang terbesar (13)&lt;br /&gt;A'   Karunia-karunia rohani: Nubuat (14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bagian ini Paulus memberikan 3 hal penting yang di ulang-ulang:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing (ayat 1)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna (ayat 2)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika aku tidak mempunyai kasih,  semua yang kuberi sedikitpun tidak ada faedahnya (ayat 3)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Lalu Rasul Paulus menguraikan kasih itu apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, kasih tidak cemburu, kasih tidak memegahkan diri, kasih tidak sombong, kasih tidak melakukan apa yang tidak sopan, kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri, kasih tidak pemarah, kasih tidak menyimpan kesalahan orang lain, kasih tidak bersukacita karena ketidak adilan, kasih menutupi segala sesuatu, kasih percaya segala sesuatu, kasih mengharapkan segala sesuatu,  kasih sabar menanggung segala sesuatu". &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 14 hal yang Paulus uraikan tentang kasih itu, namun dari uraian ini Paulus tidak bermaksud mendefinisikan kasih, sebab kasih tidak dapat di definisikan. Ketika kasih itu di definisikan maka kasih menjadi terbatas, padahal kasih itu tidak terbatas, kasih itu bersifat &lt;em&gt;beyond&lt;/em&gt; karena itu di berikan oleh Allah. Allah adalah kasih dan Ia memberikan kasihNya untuk kita. Yang di pakai di dalam ayat yang ke empat ini adalah kasih agape, yakni kasih Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu banyak jemaat Korintus mempersoalkan hal karunia-karunia yang utama. hal yang mereka persoalkan adalah soal "apa" dan "berapa". Mereka mempertanyakan orang di sekitarnya apakah mereka mempunyai karunia rohani yang hebat? Jika punya, berapa banyak? Namun Paulus tidak mempersoalkan "apa" dan "berapa" karunia yang mereka miliki, namun Paulus memandang soal &lt;strong&gt;"bagaimananya"&lt;/strong&gt; yang penting, yakni bagaimana kita hidup dengan jalan mengasihi Tuhan dan orang lain. Alkitab berkata: "kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini bukan sekedar "apa yang seharusnya kita lakukan" atau "berapa banyak yang sudah dan yang akan kita dapat" selama ini di dalam hidup kita, melainkan soal &lt;em&gt;"how should then we lived?",&lt;/em&gt; soal bagaimana seharusnya kita hidup. Kita hidup harus memiliki kasih dan menjalankan kasih itu. Ini adalah hal yang prinsip. Tetapi banyak orang percaya tidak mengerti prinsip ini.  Banyak orang Kristen lebih berupaya mencari dan mendapatkan banyak hal di dalam dunia dari pada memberi atau membagikan kasih Kritus. Banyak orang Kristen lebih suka memperoleh hal-hal yang tidak berguna dan yang tidak ada faedahnya daripada hal-hal yang berfaedah.  Mengapa? Karena banyak di antara kita yang tidak mengerti sentral/hal utama yang seharusnya kita temukan seperti dalam &lt;em&gt;chiasm&lt;/em&gt; rasul Paulus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah dengan saya? Bagaimana saya  menerapkan kasih itu selama ini, terutama yang menyangkut hal-hal seperti kasih  itu tidak sombong, kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri, kasih itu tidak pemarah? Hal-hal seperti ini yang masih perlu diperbaiki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3236324796169505728-4191745038245547340?l=robinsimanjuntak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/feeds/4191745038245547340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3236324796169505728&amp;postID=4191745038245547340&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/4191745038245547340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/4191745038245547340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/2007/06/bagaimana.html' title='Bagaimana????'/><author><name>Robin Simanjuntak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01966075474811080078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3236324796169505728.post-7627525552626796917</id><published>2007-06-12T21:23:00.000+07:00</published><updated>2007-06-12T21:27:33.614+07:00</updated><title type='text'>Melaksanakan Peran</title><content type='html'>Yesaya 58:1-12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kemarin menguraikan tentang peran ganda, hari ini kita berbicara bagaimana menjalankan peran tersebut berkaitan dengan konteks pelayanan diakonia. Dalam kitab Yesaya ini di uraikan ada orang yang katanya mencari Tuhan, katanya mereka suka menghadap Allah, mereka suka berpuasa namun anehnya mereka juga suka melakukan hal-hal yang negatif atau hal yang jahat. Berarti ibadah mereka itu hanyalah kamuflase saja. Yang memanggil kita adalah Allah, dan Allah yang memanggil kita merindukan kita menjalani panggilan itu dengan melaksanakan peran kita. Inilah peran yang Allah mau bagi kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Yesaya 58:6-7 &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Supaya engkau melepaskan tali-tali kuk dan mematahkan setiap kuk&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Supaya engkau memecah-mecahkan rotimu bagi orang yang lapar&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Supaya engkau membawa orang-orang yang miskin ke rumahmu&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Supaya jika engkau melihat orang telanjang engkau memberi dia pakaian &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Melakukan peran kita dalam melayani adalah suatu &lt;em&gt;vocation&lt;/em&gt; dihadapan Tuhan. Jika di lihat dari segi ekonomi maka pelayanan seperti ini adalah pelayanan yang kurang menguntungkan bahkan defisit. Karena defisit maka tidak banyak dari kita yang mau melakukannya. Karena secara jangka pendek atau jangka panjang itu adalah pelayanan yang sulit untuk dipertahankan apalagi di perkembangkan. Mungkin itu pula sebabnya banyak gereja atau lembaga yang kurang &lt;em&gt;concern&lt;/em&gt; melakukan pelayanan seperti ini. Bahkan ada gereja yang kurang mau terjun dengan pelayanan seperti ini sehingga tidak menyediakan budget untuk pelayanan diakonia. Ada gereja yang tidak mau rugi secara &lt;em&gt;financial &lt;/em&gt;dengan melakukan pelayanan seperti ini. Padahal kalau kita melihat pelayanan gereja mula-mula, para rasul sangat &lt;em&gt;concern&lt;/em&gt; dengan pelayanan diakonia. Para rasul memilih tujuh orang untuk diangkat melakukan pelayanan diakonia sebagai salah satu peran gereja(Kisah 6:1-7), agar esensi pemberitaan Firman tidak terganggu selama melakukan pelayanan tersebut. Para rasul menjalankan 3 peran gereja yakni: diakonia (pelayanan), marturia (kesaksian), koinonia (persekutuan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengkaitkan refleksi ini dengan keadan negara Indonesia yang memiliki garis kemiskinan yang tinggi, tingkat pengangguran yang mencapai 10 juta manusia, bayi-bayi yang mengalami mal nutrition, HIV dan AIDS yang tinggi dsb. Jika Tuhan mengijinkan saya ada proyek ke depan untuk menjalankan mandat Injil sekaligus pelayanan diakonia sebagai aspek mandat budaya. Saya teringat bagaimana para misionaris yang datang ke Indonesia, mereka bukan hanya datang membawa Injil tetapi membangun kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Saya teringat bagaimana Nomensen masuk ke tanah batak membawa pertobatan bagi orang-orang Tapanuli dan membawa kesejahteraan yang lebih baik bagi warga disana. Mengutip ucapan T.B. Simatupang yang mengatakan "Tugas Kristen dalam berevolusi: gereja dan orang Kristen yang telah di tempatkan Allah dalam revolusi ini bertugas untuk memproklamasikan dan mendemonstrasikan kehadiran kerajaan Allah, mengajak manusia untuk bertobat serta meresapi peri kehidupan politik, sosial, ekonomi, kebudayaan dengan terang Injil itu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita menjalankan peran ganda kita, yakni panggilan secara individu dan panggilan untuk melayani? Bagaimana saya memiliki kepekaan untuk melihat manusia di sekitar saya yang masih berkekurangan? Bagaimana cara menolong mereka agar kerajaanNya datang kepada mereka? Tuhan berikan kami kepekaan dan kekuatan menolong mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3236324796169505728-7627525552626796917?l=robinsimanjuntak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/feeds/7627525552626796917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3236324796169505728&amp;postID=7627525552626796917&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/7627525552626796917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/7627525552626796917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/2007/06/melaksanakan-peran_12.html' title='Melaksanakan Peran'/><author><name>Robin Simanjuntak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01966075474811080078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3236324796169505728.post-8737721811662567847</id><published>2007-06-11T22:42:00.000+07:00</published><updated>2007-06-11T23:28:22.895+07:00</updated><title type='text'>Peran Ganda</title><content type='html'>Roma 12: 1-8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perikop ini saya bagi dalam tiga bagian:&lt;br /&gt;1. Panggilan kita masing-masing secara individu kepada Allah (ayat 1-3)&lt;br /&gt;2. Analogi tubuh dimana kita yang di panggil masuk menjadi anggota gereja yang Am (4-5)&lt;br /&gt;3. Panggilan kita untuk melayani pekerjaan Tuhan (6-8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah yang sejati yang dimaksud oleh Paulus adalah jika kita sebagai orang Kristen melakukan hal-hal sebagai berikut: berubahlah oleh pembaharuan budimu (&lt;em&gt;but be transformed by renewing your mind:&lt;/em&gt; NASB &amp; NIV), lalu masuk dalam keanggotaan tubuh Kristus, dan terpanggil untuk melakukan pelayanan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J.I. Packer mengatakan bahwa dalam PB di ajarkan bahwa setiap orang Kristen mempunyai dua panggilan ganda: yakni panggilan secara individu untuk percaya dan panggilan untuk melayani. Rasul Paulus mengingatkan bahwa orang Kristen mendapat karunia  entah  karunia bernubuat, karunia untuk melayani (yun: diakonia), karunia mengajar, karunia menasehati, berbagi, memimpin dll. Karunia-karunia diberikan untuk di gunakan menjadi suatu panggilan &lt;em&gt;prima facie&lt;/em&gt; yaitu untuk suatu pelayanan istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang tidak dapat memisahkan dua panggilan ganda ini. Jika kita mengatakan kita sudah bertobat namun kita menjauhkan diri dari tubuh Kristus dan tidak mau bersama-sama anggota tubuh yang lain melayani Tuhan, maka patut di pertanyakan esensi pertobatannya jika di kaitkan dengan &lt;em&gt;renewing your mind&lt;/em&gt; itu. Karena &lt;em&gt;renewing your mind&lt;/em&gt; adalah suatu perubahan hati yang bersifat totalitas. Kenyataannya, mengapa banyak orang Kristen yang merasa sudah di selamatkan kurang mengoptimalkan segala karunia atau talenta mereka untuk memenuhi peran mereka dalam pelayanan dimana Allah menempatkan mereka? bisa ada tiga jawaban: pertama karena mereka kurang mengetahui peran ganda tersebut, kedua mungkin mereka sudah tahu tapi masih malas karena aspek kedagingan masih menguasai mereka, yang ketiga mungkin karena adanya dualisme di dalam hidup mereka tentang melayani Tuhan. Mungkin mereka berpikir bahwa yang melayani Tuhan itu hanya di gereja saja sementara di luar gereja bukan melayani Tuhan. Ini adalah kesalahan fatal, karena yang di sebut melayani adalah totalitas hidup baik pribadi maupun sosial. Kita melayani bukan hanya hanya di gereja tetapi di keluarga, di  dalam pekerjaan, di dalam sekolah kita melayani Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memanggil dan memperlengkapi orang percaya untuk melayani.   Ternyata masih banyak orang Kristen yang belum mau melayani Tuhan atau masih banyak orang Kristen yang melayani Tuhan secara sembarangan entah mereka kurang di siplin, kurang siap, kurang sungguh dan lain sebagainya. Mungkin juga saya selama ini masih kurang optimal melayani Tuhan. Apa saja yang perlu di perbaiki? Apa saja yang belum di kerjakan? Karunia yang mana yang masih belum digali dan di kembangkan? Masih banyak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3236324796169505728-8737721811662567847?l=robinsimanjuntak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/feeds/8737721811662567847/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3236324796169505728&amp;postID=8737721811662567847&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/8737721811662567847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/8737721811662567847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/2007/06/peran-ganda.html' title='Peran Ganda'/><author><name>Robin Simanjuntak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01966075474811080078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3236324796169505728.post-6307504589007249163</id><published>2007-06-09T21:52:00.000+07:00</published><updated>2007-06-09T23:16:53.159+07:00</updated><title type='text'>Saringan</title><content type='html'>Hakim-hakim 7: 1-25&lt;br /&gt;Matius 22: 1-14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perenungan saya berkaitan dengan banyak hal yang saya dengar hari ini. Hari ini sudah 3x saya mendengar kata "saringan". Yang pertama, dalam suatu persekutuan doa, ada yang memimpin doa supaya kiranya Tuhan memanggil orang-orang yang hendak dipakai Tuhan di gereja "x" dan menyaring orang-orang yang tidak mengerti visi di gereja "x". Yang kedua, dalam suatu rapat besar dikatakan ada beberapa proses saringan seseorang jika ingin di pakai di gereja "x" yaitu saat pertama seseorang menerima Yesus atau yang tidak menerima dia maka orang itu akan di saring, yang berikutnya saringan saat ia di terima di suatu sekolah teologia tertentu atau tidakdi terima, lalu saringan yang berikutnya apakah orang tersebut bisa lulus dari sekolah teologia itu atau tidak, dan juga apakah setelah lulus ia dianggap layak untuk bergabung di "gereja besar" itu atau tidak dan terakhir apakah ia sanggup bertahan mengerti visi dari gereja tersebut atau tidak, jika tidak maka ia akan di saring. Seorang pemimpin menjelaskan kalimat Yesus bahwa banyak yang terpanggil namun sedikit yang terpilih, begitulah proses saringan yang Tuhan kerjakan. Lalu pada pertemuan berikutnya dalam pertemuan yang lebih kecil di singgung lagi kata saringan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ada dua ayat Alkitab yang berbicara secara tegas  tentang saringan, yang lain kurang begitu tegas. Dua ayat Alkitab tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Hakim-hakim 7:1-25,  bagaimana Tuhan menyaring orang Israel yang jumlahnya banyak yakni dari 32.000 orang yang maju akhirnya di seleksi hanya 10.000 yang layak, lalu di saring lagi hanya 300 orang yang layak perang melawan tentara Midian. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Matius 22: 14, &lt;strong&gt;"sebab banyak yang terpanggil tetapi sedikit yang terpilih".&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Yang menjadi pertanyaan, tepatkah dua bagian ayat tersebut?&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Hakim hakim sedang berbicara tentang pemurnian. Orang-orang yang mengalami penyaringan adalah orang-orang yang tidak masuk kualifikasi alias orang yang penakut dan orang yang tidak layak untuk berperang. Bolehkah ini di jadikan contoh untuk gereja atau persekutuan menyeleksi pengurus, majelis atau hamba Tuhannya? Bisa ya jika orang yang di seleksi tidak layak secara iman atau keteladan hidupnya jelek, tetapi bisa juga tidak tepat jika orang-orang tersebut sudah bertobat namun karena kebutuhan pengurus, majelis atau hamba Tuhan hanya di terima sedikit yakni 5 orang sementara yang mendaftar 15 orang maka kita tidak dapat mengatakan mereka yang tidak di pilih di saring Tuhan. Memang Tuhan berdaulat dalam memilih mereka namun alangkah tidak cocok jika contoh ini di paralelkan dengan kisah Gideon memilih tentaranya.   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam Matius konteks ayat ini adalah perjamuan kawin yang merupakan perumpamaan mengenai kerajaan Allah. Banyak yang di undang tetapi sedikit yang berespon dan ini berkaitan dengan keselamatan. Keselamatan tidak untuk semua juga tidak untuk kebanyakan orang. Maka ayat ini tidak bisa diambil untuk menjadi contoh bahwa ketika terjadi perbedaan pendapat dan perpecahan dalam gereja mereka yang keluar dari gereja tersebut di saring oleh Tuhan. Bahkan pada waktu Barnabas dan Paulus berselisih paham soal apakah Yohanes Markus mau di bawa serta dan Paulus tidak setuju, Alkitab tidak pernah mengatakan Barnabas di saring oleh Tuhan. Pada akhirnya Paulus yang salah menilai Yohanes Markus dan terbukti di kemudian hari Injil Markus di tulis oleh Yohanes Markus yang menunjukkan betapa banyak perubahan dalam diri Markus.  &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Memang kita percaya akan kedaulatan Tuhan bahwa Tuhan adalah Tuhan yang berdaulat atas segala sesuatu namun bukan berarti Tuhan "membuang" atau "menyaring" mereka yang sudah bertobat dari pekerjaan Tuhan. Bahkan orang yang melakukan dosa percabulan di dalam jemaat dikatakan oleh Paulus agar orang itu di serahkan pada iblis agar tubuhnya binasa tetapi rohnya di selamatkan pada hari Tuhan. Mereka ini mendapat disiplin atau ekskomunikasi dari gereja tetapi mereka bukan di saring atau dibuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tepat bukan jika kita katakan bahwa karena perbedaan pendapat Martin Luther di saring oleh Tuhan dari gereja Khatolik pada waktu itu, juga tidak tepat jika dikatakan  gerakan kharismatik di saring Tuhan dari gereja Prostestan yang lebih dulu sudah ada.  Mengapa gereja sulit melihat mana yang tepat sebagai suatu saringan dan yang tidak tepat di sebut sebagai yang bukan. Bagaimana dengan saya, apakah saya juga memakai istilah-sitilah rohani secara tidak tepat? Apakah yang harus saya lakukan untuk melihat kehendak Tuhan? Ini menjadi perenungan panjang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3236324796169505728-6307504589007249163?l=robinsimanjuntak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/feeds/6307504589007249163/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3236324796169505728&amp;postID=6307504589007249163&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/6307504589007249163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/6307504589007249163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/2007/06/saringan.html' title='Saringan'/><author><name>Robin Simanjuntak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01966075474811080078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3236324796169505728.post-6954142122706472786</id><published>2007-06-07T23:04:00.001+07:00</published><updated>2007-06-08T00:10:30.882+07:00</updated><title type='text'>Penyakit Manusia</title><content type='html'>Kejadian 50: 15-26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah bagian akhir kitab Kejadian yang menceritakan tentang kematian Yusuf. Kitab Kejadian di mulai dengan penciptaan bumi dengan taman Eden yang indah dan di akhiri dengan kisah sedih penguburan Yusuf. Sebelum mati Yusuf menyampaikan pesan-pesannya kepada saudara-saudaranya. Ada dua hal yang indah yang Yusuf sampaikan kepada saudara-saudaranya berkaitan denga pengenalannya akan Allah:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ayat 20 &lt;strong&gt;"Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan  dengan maksud melakukan seperti yang yang terjadi saat ini  yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar".&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ayat 24 &lt;strong&gt;"....tentu Allah akan memperhatikan kamu dan membawa kamu keluar dari negeri ini  ke negri yang telah di janjikanNya dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub". &lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara Yusuf telah mereka-reka hal yang jahat untuk Yusuf sehingga ia masuk ke negri Mesir namun Tuhan yang mengijinkan mereka masuk ke Mesir itu adalah Tuhan yang sama pula yang  akan membawa mereka keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian. Rancangan dan tindakan manusia yang jahat bukanlah alasan untuk kita menjadi lemah dan putus asa dengan keadaan kita. Ketika manusia melihat manusia lain sebagai ancaman maka ada berbagai strategi atau cara untuk mereka mencelakakan sesamanya. Saudara-saudara Yusuf cemburu kepada dia karena Yusuf mendapatkan perlakuan yang berbeda dari ayah mereka dan mereka mencelakai dia. Namun Allah ada di pihak Yusuf dan Yusuf dari awal hingga akhir hidupnya melihat Allah itu sebagai Allah yang memelihara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa cemburu kadang-kala menyelimuti hati orang percaya jika ada orang yang lebih baik dari dirinya. Bahkan rasa cemburu ini banyak hinggap di dalam hati mereka yang di sebut hamba Tuhan, dan biasanya mereka yang sudah senior serta mereka yang memiliki banyak yang sering dibayang-bayangi rasa cemburu ini (sebenarnya bisa juga terjadi pada orang biasa yang sederhana) karena biasanya saat tiba saatnya dalam hidup mereka muncul orang yang lebih muda dan berpotensi besar yang lebih di sukai banyak orang dari pada dirinya, maka ada kekhawatiran jika mereka jadi tergeser popularitasnya. Hal ini pernah terjadi pada waktu Saul melihat Daud secara negatif. Sikap ini adalah sikap yang negatif dan kalau di biarkan akan menjadi penyakit. Banyak penyakit ada dalam diri manusia terutama seorang pemimpin. Penyakit itu antara lain perasaan iri, dengki, post power syndrome, ngejelekin orang, selalu curiga pada orang lain dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuf tidak di serang oleh penyakit semacam ini karena dari awal dia melihat segala sesuatu dalam hidupnya adalah karya Allah. Allah adalah Allah yang berjanji, Allah adalah Allah yang memelihara dan Allah adalah Allah yang memperhatikan. Dia selalu melihat kepada Allah bukan melihat keadaan dirinya yang "kurang beruntung" atau keadaan orang lain yang "lebih beruntung". Dapatkah saya demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya harap saya bisa terus melihat Allah yang berkarya dalam hidup saya sekalipun kadang kala ada rasa kurang beruntung, kurang di hargai, di salah mengerti, atau kurang di berikan kesempatan dalam pelayanan, dll.   Mengutip Jean Pierre de Caussade dalam buku Christian Spirituality karya Alister E McGrath, dia mengatakan perlunya &lt;em&gt;&lt;strong&gt;"A Dynamic Surrender to The Will and Way of God".&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3236324796169505728-6954142122706472786?l=robinsimanjuntak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/feeds/6954142122706472786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3236324796169505728&amp;postID=6954142122706472786&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/6954142122706472786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/6954142122706472786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/2007/06/penyakit-manusia.html' title='Penyakit Manusia'/><author><name>Robin Simanjuntak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01966075474811080078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3236324796169505728.post-8417699662455552009</id><published>2007-06-07T21:46:00.000+07:00</published><updated>2007-06-07T22:58:01.406+07:00</updated><title type='text'>Manusia Plus</title><content type='html'>Kejadian 5: 1-24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya ini saat teduh kemarin namun baru sempat dibuat hari ini. Bagian ini adalah riwayat keturunan Adam (Ibrani: toledoth = keturunan) yang dalam hidupnya mereka berjalan dengan Tuhan. Kitab Ibrani memasukkan mereka sebagai saksi iman atau pahlawan-pahlawan iman. Yang menarik adalah,  selain Adam dan Hawa yang cukup banyak komentarnya  (ayat 1-5)maka yang lain tidak banyak di komentari, selain dari pada Henokh dan Nuh. Jika yang lain di tuliskan denga kalimat yang berulang ulang selalu dengan kalimat &lt;strong&gt;"jadi ... berumur .... lalu ia mati"&lt;/strong&gt; tetapi khusus kepada Henokh ada tambahan &lt;strong&gt;" Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah  lalu ia tidak ada lagi sebab ia telah diangkat oleh Allah"&lt;/strong&gt; (ayat 24), jadi sekalipun hidup Henokh paling singkat di jamannya yakni "hanya" 365 tahun namun ia adalah manusia plus. Dan kepada Nuh ada tambahan &lt;strong&gt;"...dan memberi nama Nuh kepadanya, katanya: anak ini akan memberi kepada kita penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang terkutuk oleh Tuhan"&lt;/strong&gt;(ayat29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya semua keturunan Adam dari Set adalah orang-orang yang istimewa karena mereka berjalan dengan Allah, namun semua mereka tidak mendapatkan catatatan khusus dari Musa sang penulis buku ini, mengapa? Mengapa Henokh mendapat tambahan catatan khusus  di akhir hidupnya yakni bagaimana ia terangkat ke  Surga dan Nuh mendapat tambahan catatan khusus di awal hidupnya yakni saat ia lahir kedunia? Jawabnya mungkin adalah karena mereka berdua sama-sama memiliki kesamaan yakni orang yang hidup bergaul dengan Allah. Nuh dikatakan orang yang benar dan tidak bercela  dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah (pasal 6:9). Mereka berdua manusia plus. Sekalipun yang lain juga baik namun dalam hal ini Musa memberi catatan tambahan (plus) kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dulu ada sekolah plus, artinya sekolah itu memiliki keunggulan dan berada diatas rata-rata, baik kualitas guru dan murid-muridnya. Ukurannya apa? IQ mereka yang tinggi. Namun di sini, saya tidak maksudkan manusia plus seperti itu. Manusia plus disini adalah mereka yang di katakan orang yang bergaul dengan Allah.  Orang yang bergaul dengan Allah adalah orang yang berjalan dalam langkah Allah. Dalam Amos 3:3 dikatakan &lt;strong&gt;"berjalankah dua orang bersama-sama jika mereka belum berjanji?"&lt;/strong&gt;, sebelum orang berjalan bersama terlebih dulu ada &lt;em&gt;agreement&lt;/em&gt;. Henokh dan Nuh adalah dua orang yang mengadakan &lt;em&gt;agreement&lt;/em&gt; dengan Allah sebelum melangkah. &lt;em&gt;Agreement&lt;/em&gt; menunjukkan keseriusan kita dan penyerahan diri kita di hadapan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini orang Kristen, banyak yang sudah merasa sudah menjadi manusia plus atau orang Kristen plus. Plus di sini di maknai sebagai orang Kristen yang di berkati dengan berbagai ke suksesan baik materi yang berlimpah maupun jabatan yang tinggi. Plus di sini di maknai karena memiliki banyak karunia yang  tidak dimiliki oleh orang Kristen lainnya seperti bisa berbahasa lidah, bisa mendapatkan visi/penglihatan, dll. Anehnya banyak orang yang menyukai hamba Tuhan dan jemaat yang plus seperti ini. Di jaman yang super sibuk dengan semangat kompetisi seperti sekarang ini, plus yang di cari adalah orang yang mampu berkompetisi dan berprestasi sehingga mereka mampu mendapatkan sukses. Semakin sibuk kita maka semakin sulit kita meluangkan waktu kita bergaul bersama-sama dengan Allah, kalaupun ada maka waktu-waktu sisalah yang kita berikan, bukan? Menjadi manusia plus seperti yang Alkitab katakan bukanlah hal yang mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayapun menyadari melakukan hal yang seperti ini juga. Banyak yang harus di benahi dari hidup saya. Bagaimana saya dapat belajar menjadi manusia plus seperti Henokh dan Nuh ini? Mengapa ya susah sekali hidup bergaul dengan Allah? Mesti perbaiki diri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3236324796169505728-8417699662455552009?l=robinsimanjuntak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/feeds/8417699662455552009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3236324796169505728&amp;postID=8417699662455552009&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/8417699662455552009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/8417699662455552009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/2007/06/manusia-plus.html' title='Manusia Plus'/><author><name>Robin Simanjuntak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01966075474811080078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3236324796169505728.post-2678944656057127240</id><published>2007-06-05T11:45:00.000+07:00</published><updated>2007-06-05T14:14:23.419+07:00</updated><title type='text'>Tersembunyi namun Tampak</title><content type='html'>Wahyu 1: 9-20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui pembacaan ini jelas Yohanes menerima penglihatan akan Kristus di pulau Patmos. Yohanes di buang ke pulau Patmos saat terjadi penganiayaan yang di lakukan bangsa Romawi di pulau Patmos. Ada dua hal yang di alami rasul Yohanes:&lt;br /&gt;1. &lt;strong&gt;Ia melihat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Seorang yang serupa anak manusia yang tangannya memegang tujuh bintang  dan dari mulutnya keluar sebilah pedang tajam bermata dua dan wajahnya bersinar-sinar&lt;br /&gt;- Terdapat tujuh kaki dian yang merupakan ke tujuh jemaat yang di maksud&lt;br /&gt;2. &lt;strong&gt;Ia mendengar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Suatu suara seperti bunyi sangkakala serta suatu perkataan yang bersifat perintah untuk menuliskan apa saja yang dia lihat lalu dikirimkan kepada tujuh jemaat Tuhan.&lt;br /&gt;- Ia mendengar ucapan Kristus agar jangan takut karena Ia adalah Yang Awal, Yang Akhir  dan Yang Hidup sampai selama-lamanya dan Ia memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul Yohanes melihat kemuliaan Kristus dalam suatu visi, yakni Kristus yang bangkit. Kemuliaan yang kelihatan sekalipun Ia sudah di Surga bersama-sama dengan Bapa. Kemuliaan Kristus dapat di lihat (&lt;em&gt;Visible Glory&lt;/em&gt;)  sekalipun di dalam penganiayaan dan penderitaan. Dalam penderitaan ada kemuliaan yang tidak kelihatan (&lt;em&gt;Invisible Glory&lt;/em&gt;) atau yang tersembunyi. Tersembunyi selamanya bagi mereka yang keras hati namun tersembunyi sementara bagi mereka yang akhirnya mau membuka diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin setelah memimpin ibadah minggu saya melayat seorang anak yang meninggal karena kelainan fungsi otak sejak lahir, ia lahir dengan keadaan yang cacat. Setelah kebaktian penutupan peti, orang tua anak tersebut bercerita bahwa dulu dia bukan orang Kristen, dia menjadi Kristen justru saat anaknya yang cacat itu lahir. Para dokter mengatakan anaknya tidak dapat berumur panjang tetapi ternyata anaknya bisa hidup hingga berusia 13 tahun. Tetapi suatu saat ada seorang anak Tuhan yang berkata bahwa ada rencana Tuhan terhadap dirinya sebagai papa dengan peristiwa tersebut dan benar justru papanya berjumpa dengan Kristus setelah anak itu lahir. Dia melihat kemuliaan Kristus lewat pergumulannya membesarkan anak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang Kristen menginginkan kemuliaan Kristus yang nampak. Keluarga yang di berkati, pekerjaan yang di berkati atau pelayanan yang di berkati lewat banyaknya orang yang hadir dan dengan banyaknya kesibukan serta program yang di kerjakan. Padahal kemuliaan Kristus tidak hanya kelihatan lewat hal yang terlihat oleh mata. Di saat kita bergumul dan melakukan devosi terhadap firman Tuhan, membaca buku, persiapan kotbah atau mengajar di situ kemuliaan Kristus bisa kita rasakan dan di nikmati orang lain meskipun secara tidak langsung. Di saat kita sedang sakit, bisnis sedang susah, keluarga yang kurang mengerti kedaan kita, namun kita tetap memandang kepada Dia sebagai Yang Awal, Yang Akhir dan Yang Hidup maka kemuliaan Kristus tampak nyata bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J.S Bach dalam Passion According to St Matthew, Chorale No 46:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;How Extraordinary indeed is this punishment&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;The good Shepherd suffers for the sheep&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;The Lord, the Just One, settles the debt&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;for His servants &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah saya melihat hidup saya sebagai suatu keutuhan dimana kemuliaan Kristus dinyatakan dalam setiap aspek? Kiranya Tuhan memberkati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3236324796169505728-2678944656057127240?l=robinsimanjuntak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/feeds/2678944656057127240/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3236324796169505728&amp;postID=2678944656057127240&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/2678944656057127240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/2678944656057127240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/2007/06/tersembunyi-namun-tampak.html' title='Tersembunyi namun Tampak'/><author><name>Robin Simanjuntak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01966075474811080078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3236324796169505728.post-2865714711293614456</id><published>2007-06-05T11:02:00.000+07:00</published><updated>2007-06-05T11:05:48.994+07:00</updated><title type='text'>Rekan Sekerja</title><content type='html'>2 Tes 1: 3-12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat teduh ini saya lakukan bersama dengan istri dalam persekutuan keluarga kami. Ada dua hal yang rasul Paulus syukuri dari jemaat Thesalonika pada waktu itu, yakni: Karena iman mereka makin bertambah (ayat 3) dan karena kasih mereka seorang akan yang lain makin kuat (ayat 3), selajutnya di uraikan signifikansi iman itu dalam kehidupan sekarang (present) dan dalam kehidupan yang akan atang yang bersifat Eskatologis (ayat 4-10). Istri saya menyoroti betapa seorang rasul Paulus tetap peduli dan tetap mengamati kehidupan jemaat Thesalonika sekalipun ia berada di tempat lain. Saya terkejut juga saat di tanyakan apakah sudah demikian memperhatikan jemaat yang kami pimpin. Seorang pemimpin adalah yang tetap mengontrol anak rohaninya dan tetap membangun relasi dengan mereka. Rasul Paulus bersyukur betapa relasi vertikal dan relasi horisontal mereka bertambah dan makin kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gereja bukan hanya di bangun dalam relasi vertikal tetapi juga relasi horisontal. Kasih yang makin kuat kepada Allah harus disertai kasih yang makin kuat terhadap sesama. Walaupun demikian kita tidak boleh cepat-cepat mengambil kesimpulan jika dalam suatu gereja ada banyak perpecahan dalam organisasi berarti relasi vertikal pemimpin gereja tersebut atau jemaat gereja tersebut buruk, bisa juga buruk, tetapi tidak boleh di patok pasti buruk. Walaupun demikian kita patut bertanya seberapa besar kualitas kasih horisontal mereka. Jika ego, kesombongan dan arogansi yang besar ada dalam diri seseorang pemimpin yang membuat ada perpecahan maka kualitas kasih horisontal mereka masih rendah. Pemimpin seperti ini biasanya kurang menganggap penting relasi horisontal, sekalipun sebagai hamba Tuhan menganjurkan banyak orang untuk mengasihi Tuhan dan memberikan yang terbaik bagi Tuhan, namun dirinya tidak memberikan yang terbaik bagi orang yang di pimpinnya. Mengapa rasul Paulus tetap memantau dan mendoakan jemaatnya? Karena ia memandang penting relasi pemimpin dan yang dipimpinnya. Orang yang di pimpin bukan dianggap hanya sebagai pengikut tetapi sebagai "kawanan domba Allah", sebagai "prajurit Allah", sebagai "rekan sekerja Allah", lihatlah bagaimana rasul Paulus memperlakukan Timotius sebagai rekan sekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemimpin rohani yang menuntut orang lain melebur dengan dirinya tanpa dia mau melebur juga dengan kesulitan serta pergumulan orang lain akan menjadi suatu tuntutan yang naif. Tuntutan yang paling tepat adalah jika orang yang di pimpinnya meleburkan dirinya kepada Tuhan. Tuhan Yesus berkata: barang siapa yang mau mengikut Aku, mereka harus menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Aku. Apakah saya selama ini sudah seperti rasul Paulus yang selalu mengingat dalam doa orang-orang yang pernah saya pimpin? Apakah saya mau melebur diri saya sehingga sesuai dengan kehendak Tuhan? Kiranya saya di mampukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3236324796169505728-2865714711293614456?l=robinsimanjuntak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/feeds/2865714711293614456/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3236324796169505728&amp;postID=2865714711293614456&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/2865714711293614456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/2865714711293614456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/2007/06/rekan-sekerja.html' title='Rekan Sekerja'/><author><name>Robin Simanjuntak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01966075474811080078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3236324796169505728.post-2932293970299619020</id><published>2007-05-31T09:27:00.000+07:00</published><updated>2007-05-31T09:33:53.103+07:00</updated><title type='text'>Aku dan Dia serta mereka</title><content type='html'>&lt;p&gt;I Kor 12: 12-26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian ini di tulis oleh Paulus. Ia menginginkan kesatuan jemaat, namun kesatuan yang seperti apa? Paulus mencatat dua hal: satu tubuh dan satu roh. Tubuh bersifat material sementara roh lebih bersifat rohaniah. Dalam konsep tubuh Paulus menerangkan bahwa tubuh terdiri dari banyak anggota yakni kaki dan tangan (ayat 14), telinga  dan mata (ayat 15), serta penciuman/hidung (ayat 17). Ada beberapa prinsip dasar yang Paulus ajarkan dalam bagian ini:&lt;br /&gt;1. Tubuh itu satu dan anggotanya banyak (ayat 12)&lt;br /&gt;2. Bagian tubuh saling barkait satu dengan yang lain (14-15)&lt;br /&gt;3. Tubuh tidak seluruhnya hanya ada mata (17)&lt;br /&gt;4. Ada anggota tubuh yang paling lemah yang sangat di perlukan (21)&lt;br /&gt;5. Anggota-angota yang berbeda itu harus saling memperhatikan (25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan dengan semua contoh mengenai tubuh, Rasul Paulus mau mengajak kita untuk memahami bahwa di dalam gereja Tuhan ada banyak anggota jemaat dan ada banyak karunia-karunia rohani yang Tuhan berikan namun adakah semua itu di gunakan untuk kepentingan tubuh Kritus. Ada banyak gereja dan orang Kristen yang ingin bersatu namun tidak mengindahkan esensi dari kesatuan tersebut. Satu saja tanpa terpaut pada Yang  Satu (Allah) dan Firman yang murni maka itu akan   menjadi kesatuan yang semu. Sebaliknya ada gereja atau orang Kristen yang kurang memahami perlunya perbedaan dan keragaman dalam suatu komunitas orang percaya yang berguna untuk saling melengkapi, menajamkan dan membangun asal tetap dalam koridor yang tepat yakni Firman Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal perbedaan pendapat banyak orang Kristen dan pemimpin gereja yang kurang dewasa, mengganggap orang yang berbeda pendapat dengannya sebagai musuh. Banyak juga anggota-anggota jemaat ketika menyingkapi keragaman pikiran dan pendapat menjadi bingung karena kurang belajar. Memang kita senang kalau gereja bersatu dan tidak ada masalah, tapi apakah mungkin? Setiap gereja dan lembaga pasti ada masalah dan gesekan. Seorang dosen teologia saya yang belajar mengenai postmodern berkata kita harus menghargai adanya &lt;em&gt;unity&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;diversity&lt;/em&gt; dalam gereja, ia juga berkata pertumbuhan harus mencakup seluruh komunitas. Jika hanya satu atau dua saja yang maju bertumbuh maka itu belumlah pertumbuhan. Jika hanya satu orang saja yang menonjol maka itu belumlah pertumbuhan yang sehat. Pertumbuhan harus mencakup seluruh komunitas baik belajar bersama, bekerjasama, mengasihi bersama dsb. Kita yang menerima anugerah lebih banyak dari Tuhan mau membantu mereka yang lemah dan kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sejauh mana saya mengasihi orang lain (dia atau mereka) sebagai tubuh Kristus? Bagaimana cara yang paling tepat mengatasi perbedaan yang ada di dalam gereja baik dalam hal doktrin/ajaran maupun dalam hal strategi/cara berpikir yang berbeda, serta keinginan yang berbeda diantara jemaat Tuhan? Tidak mudah, minta bijaksana Tuhanlah.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3236324796169505728-2932293970299619020?l=robinsimanjuntak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/feeds/2932293970299619020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3236324796169505728&amp;postID=2932293970299619020&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/2932293970299619020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/2932293970299619020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/2007/05/aku-dan-dia-serta-mereka.html' title='Aku dan Dia serta mereka'/><author><name>Robin Simanjuntak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01966075474811080078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3236324796169505728.post-5325818139864081958</id><published>2007-05-30T10:03:00.000+07:00</published><updated>2007-05-30T10:16:17.007+07:00</updated><title type='text'>Bukan aku, tetapi Dia...</title><content type='html'>Matius 9:9-13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian ini berbicara mengenai Matius pemungut cukai mengikut Yesus. Matius pemungut cukai yang di benci oleh saudara-saudara sebangsanya tiba-tiba bertemu dengan Yesus dan di panggil oleh Yesus.  Ada dua kalimat Yesus yang penting dalam perikop ini.&lt;br /&gt;Ayat 12  &lt;strong&gt;“bukan orang sehat yang memerlukan tabib tetapi orang berdosa"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ayat 13 &lt;strong&gt;“…. karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar melainkan orang berdosa”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggilan Yesus adalah panggilan ilahi yang memiliki otoritas. Yesus memanggil orang-orang  berdosa dan orang-orang sakit. Saat Yesus memanggil Matius di rumah cukai Ia mengajak “ikutlah Aku”. Kalimat ini bersifat:&lt;br /&gt;1. Suatu desakan karena bersifat &lt;em&gt;present active imperative&lt;/em&gt; yakni kalimat perintah yang menyuruh Matius segera dengan aktif mengikuti Yesus.&lt;br /&gt;2. Matius sebagai murid adalah sebagai &lt;em&gt;representative&lt;/em&gt; atau mewakili Kristus. Dalam hal ini sifat dan keteladanan Kristus harus di ikutinya.&lt;br /&gt;3. Seumur Hidup. Mengikut Yesus tidak berhenti sampai Matius mati. Panggilan Yesus adalah panggilan seumur hidup bagi orang berdosa. Panggilan Yesus membawa manusia menjadi muridNya. Panggilan khusus ini di tujukan bagi umat pilihanNya yang menyadari keberdosaannya. Orang yang merasa dirinya benar dan tidak mentaati Allah tidak mungkin meresponi panggilan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya adalah orang berdosa yang dipanggil oleh Tuhan. Sampai saat inipun saya tidak mengerti mengapa saya yang di panggil Tuhan. Mengapa bukan orang lain yang lebih pandai, lebih bertalenta, lebih baik sifatnya? Pada waktu saya menetapkan pilihan untuk masuk sekolah teologi dan menjadi hamba Tuhan, itu bukan keputusan yang mudah sebab masih banyak cacat cela di dalam diri saya dan saat saya menyerahkan diri itu adalah panggilan seumur hidup. Saya percaya panggilan Tuhan itu pasti dan tidak berubah, namun apakah mungkin kita yang telah berubah? Ada banyak orang yang berubah daripada saat mereka dipanggil Tuhan, entah itu motivasi yang sudah berubah, mungkin juga militansi atau spiritnya yang telah berubah ataukah theologianya yang sudah berubah. Keberhasilan dan banyaknya pujian terhadap keberhasilan seringkali membuat banyak hamba Tuhan menjadi berubah orientasi melayaninya. Banyak hamba Tuhan akhirnya berubah.  Dulu mereka mengatakan bukan aku tetapi Dia, sekarang mereka berkata bukan Dia tetapi aku. Dulu sebelum bertobat si “aku” lebih bersifat duniawi tetapi sekarang si “aku” dibungkus dengan kalimat-kalimat rohani. Dulu bekerja di ladang Tuhan demi untuk kerajaanNya datang, sekarang agar kerajan ku yang muncul.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah seberapa sungguh saya menjalani panggilan Allah? Apakah saya murid Tuhan yang setia? Masihkah keinginan untuk belajar itu ada dalam diri saya? Belajar untuk taat kepada Tuhan selalu.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3236324796169505728-5325818139864081958?l=robinsimanjuntak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/feeds/5325818139864081958/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3236324796169505728&amp;postID=5325818139864081958&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/5325818139864081958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/5325818139864081958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/2007/05/bukan-aku-tetapi-dia_29.html' title='Bukan aku, tetapi Dia...'/><author><name>Robin Simanjuntak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01966075474811080078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3236324796169505728.post-2163621906846692531</id><published>2007-05-29T11:59:00.000+07:00</published><updated>2007-05-29T12:47:34.173+07:00</updated><title type='text'>Tetap Sadar</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Mazmur 130:1-8&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bagian Firman Tuhan ini adalah nyanyian ziarah yang berisi pergumulan penulis dalam keadaan yang sedang penuh pergumulan akan keberdosaan dirinya di hadapan Allah. Suatu permohonan atau teriakan yang di tujukan kepada Allah seolah frustasi dengan kedaan dirinya. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ada tiga poin yang bisa kita dapatkan dalam mazmur 130 ini:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Permohonan yang di sertai kesadaran (ayat 5-6). Ada dua hal yang dikatakan pemazmur yakni jiwanya menanti-nantikan Tuhan dan mengharapkan firmanNya. Penekanan di berikan pada ayat 6 “Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih daripada pengawal mengharapkan pagi”. Konteks pengawal pada masa itu adalah mereka yang bertugas berjaga-jaga atas kota dimana mereka menjaga benteng agar tidak di kuasai oleh musuh. Para pengawal harus senantiasa aware. Dengan kata lain mereka harus senantiasa celik mata untuk melihat sekelilingnya, dan tidak terpejam sepanjang malam saat berjaga-jaga. Sikap aware ini harus di praktekan dengan mereka berdiri tegak, berkeliling ke setiap sudut dan mata mereka tajam melihat segala kemungkinan jika ada musuh datang atau ada orang yang berusaha menyusup.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Ajakan pemazmur untuk Israel senantiasa percaya pengampunan Tuhan (ay 7-8). Dalam ayat 7 NIV lebih menegaskan bahwa Tuhan mempunyai unfailing love dan full of redemption. Disini pemazmur menegaskan diriNya. Allah adalah kasih dan Ia memiliki sifat kasih yang di realisasikan dengan tindakan penebusan kepada umatNya.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Permohonan yang disertai pengharapan (ayat 3-4), suatu keyakinan bahwa Tuhan adalah Tuhan y&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;ang mengampuni dosa sekalipun banyak pelanggaran yang telah di perbuat oleh sang pemazmur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang di dapat penulis melalui saat teduh ini adalah bagaimana kita sebagai orang percaya menjalankan prinsip berdoa. Di dalam doa harus ada pengharapan, pengharapan agar doa kita di kabulkan Tuhan sekalipun demikian kita tetap bergantung pada kedaulatan Allah. Pengertian kita akan kedaulatan Allah inilah yang akan membuat kita menanti-nantikan Tuhan dan mengharapkan firmanNya. Kesetiaan untuk menanti-nantikan jawaban dari Tuhan selalu berkorelasi dengan kebergantungan yang total akan Dia. Kita harus senantiasa aware dengan keadaan diri kita yang lemah. Seringkali kita tidak sadar akan siapa diri kita atau bahkan lupa siapa kita dihadapan Tuhan.&lt;br /&gt;Iman disini berkaitan dengan berpengharapan kepada Allah. Iman Pemazmur membuatnya tetap aware dan memiliki pengharapan kepada Allah. Iman orang percaya bukanlah alat untuk mengubah Tuhan. Iman bukanlah kuasa yang sanggup mengganti rancangan Allah, tapi iman adalah berharap kepada dia dengan tidak jemu-jemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggumuli kehendak Allah dalam hidup kita adalah suatu pekerjaan yang tidak ringan. Pencarian itu tidak akan selesai selama kita tidak bergantung pada Dia, bahkan saat kita telah bergantung totalpun pencarian itu belum selesai. Apakah saya dapat seperti pemazmur yang mengatakan jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi? Apakah selama ini Tuhan yang kunanti-nantikan dan firmanNya yang kuharapkan lebih dari kesuksesan pelayanan dan bertambahnya jiwa yang di Injili? Ini harapanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3236324796169505728-2163621906846692531?l=robinsimanjuntak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/feeds/2163621906846692531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3236324796169505728&amp;postID=2163621906846692531&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/2163621906846692531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3236324796169505728/posts/default/2163621906846692531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robinsimanjuntak.blogspot.com/2007/05/tetap-sadar.html' title='Tetap Sadar'/><author><name>Robin Simanjuntak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01966075474811080078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
